Petani Padi - Penggunaan Karung Beras Untuk Mengatasi Pasca Panen Kacang Tanah, Lebih Awet


Kacang tanah termasuk komoditas palawija yang cukup penting dan perlu dikembangkan seterusnya mengingat produk kacang tanah digunakan untuk materi baku industri masakan dan pakan menyerupai industri kacang kulit, kacang garing, kacang bawang, industri ice cream, industri bumbu-bumbuan serta industri catering. Karena semakin beragamnya pemakaian kacang tanah menjadikan usul akan komoditas ini semakin meningkat bahkan produksi yang ada sebesar 759.533 ton pada tahun 2014 belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri jadi harus mendatangkan kacang tanah dari luar negeri sebesar 119.496 ton.

Kacang tanah siap dipanen ketika mencapai kematangan biji yang tepat. Tahap pemanenan yang terlalu cepat menciptakan biji menjadi keriput. Sebelum pemanenan, untuk tanah yang sedikit kering sebaiknya dibasahi terlebih dulu semoga polong tak banyak tertinggal ketika pencabutan. Dan untuk penanganan kacang tanah yang terlambat panen, harus dipisahkan dengan yang sudah tumbuh dan masih muda dan yang akan disimpan.

Penanganan pasca panen kacang tanah di tingkat petani umumnya masih dikerjakan secara tradisional menyerupai panen, perontokan polong, pengeringan, pengupasan kulit dan sortasi. Kegiatan ini membutuhkan cukup banyak tenaga kerja jadi pada ketika tertentu sering terjadi penundaan proses penanganan pasca panen yang alhasil pada penurunan kualitas hasil dan tingginya tingkat kehilangan hasil.

PANEN DAN PASCA PANEN KACANG TANAH

Panen
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemanenan kacang tanah. Salah satu yang harus diperhatikan ialah perubahan warna daun ketika masa panen datang. Kesalahan masa panen akan menghasilkan kacang polong yang keriput dan tak layak jual.

Penentuan Masa Panen
Masa panen kacang tanah bisa ditentukan oleh deskripsi varietas, umur tanaman, dan kenampakan fisik. Berdasarkan umur tanaman, maka kacang tanah yang siap di panen tergantung dari jenisnya ialah umur pendek sekitar 3-4 bulan dan umur panjang sekitar 5-6 bulan.

Teknik Pemanenan
Sesudah pencabutan flora kemudian polong dibersihkan dan dijemur dibawah sinar matahari, menentukan polong kalau diharapkan untuk benih dan yang lainnya disimpan, dikonsumsi bisa juga di pasarkan eksklusif atau bisa dibentuk banyak sekali jenis produk makanan.

Baca Juga :
PASCA PANEN

Di Indonesia kacang tanah dikonsumsi untuk masakan sehari-hari dalam bentuk masakan ringan, sebagian materi suplemen dalam industri pangan, dan sebagian kecil lainnya diolah untuk diambil minyaknya. Perlakuan pascapanen kacang tanah mencakup panen, perontokan, pengeringan, dan pengupasan kulit.

Penanganan pascapanen kacang tanah masih dikerjakan secara tradisional kecuali untuk aktivitas perontokan dan pengupasan kulit. Kacang tanah dipanen dengan cara mencabutnya dari tanah menggunakan tangan, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Polong kacang tanah kemudian dilepaskan dari batangnya, kemudian dijemur kembali untuk menurunkan kadar airnya. Kacang tanah sering sekali disimpan dalam bentuk polong lantaran lebih kondusif dari serangan hama. Biasanya aktivitas pokok pasca panen kacang tanah ialah sebagai berikut.

Pengumpulan
Brangkasan yang belum dipipil jangan ditumpuk. Brangkasan flora bisa dipotong di lahan terbuka jadi tinggal cabang dan polongnya saja kemudian dijemur, sedangkan brangkasannya bisa dikumpulkan.

Perontokan 
Perontokan merupakan awal penanganan pascapanen kacang tanah. Proses ini bisa mempengaruhi mutu polong menyerupai persentase kotoran, polong rusak,dan rendemen biji. Kehilangan hasil pada proses perontokan polong ini cukup besar, berkisar 0,5%-2% dalam bentuk tercecer dan susut mutu. Sekarang ini, sebagian besar petani masih melakukan perontokan polong secara manual. Kapasitas perontokan masih rendah, gres 8-10 kg/jam/orang.

Selain itu, cara manual ini bisa menjadikan susut yang cukup besar, ialah biji tercecer 2% dan kerusakan 2%. Pemakaian mesin perontok polong kacang tanah bisa membantu mempercepat perontokan, lantaran kapasitas kerjanya lebih tinggi dibanding cara manual. Tak hanya itu, susut mutu lebih kecil dan polong lebih bersih.

Pemipilan
Pipil polong Kacang tanah dari batangnya dengan tangan. Tahap pemipilan polong kacang tanah ini bisa juga dikerjakan sehabis polong kering.

Pengeringan
Tebarkan polong kacang tanah diatas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari hingga kering kadar air sekitar 9%–12%. Sesudah panen, pengeringan harus dikerjakan sesegera mungkin. Apabila ditimbun usang menjadikan tumpukan benih menjadi panas, respirasi benih berlangsung cepat, jadi vigor awal benih menjadi rendah. Pengeringan harus dilaksanakan dalam keadaan cuaca sangat baik.

Penyortiran dan Penggolongan
Tahap ini polong kacang tanah bisa dipilah sesuai polong yang bau tanah dan polong yang muda untuk dipisahkan, kemudian seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang. Dengan cara ditampi atau diayak untuk memisahkan polong dari kotoran, pisahkan juga untuk polong bernas. Kemudian kumpulkan polong yang baik, bernas dan seragam ukurannya.

Penyimpanan
Benih kacang tanah seyogyanya disimpan dalam bentuk polong. Benih yang sudah terbuka dari polongnya beresiko simpel terjangkit hama gudang serta lebih cepat merosot daya tumbuhnya. Benih kacang tanah polong curah bisa disimpan dalam karung, drum atau silo. Apabila menggunakan karung atau drum, maka perlu disusun di atas bantalan kayu semoga sirkulasi udara lancar dan tak lembab. Dan apabila menggunakan silo perlu diperhatikan kesehatan benih dari gangguan penyakit dan hama gudang.

Penyimpanan benih yang tak baik, tak akan bisa mempertahankan daya tumbuh benih. Daya tumbuh benih akan terus menurun dan umumnya hanya bisa bertahan paling usang 4 bulan. Selain serangga yang berupa ngengat dan kumbang, jasad pengganggu yang penting perlu diwaspadai ialah tikus.

Kerusakan benih kacang tanah dalam bentuk polong yang disebabkan oleh serangga relatife kurang berarti, mengingat serangga gudang umumnya kurang bisa berkembang biak apabila kadar air kurang dari 10% dan kelembaban nisbi digudang kurang dari 40%. Tak hanya itu, serangga gudang tak akan bertahan hidup pada suhu di atas 42 derajat celcious yang berlangsung lama. Beberapa hama gudang yang bisa merusak biji-bijian.

Pengendalian hama gudang bisa dikerjakan secara preventif ataupun sehabis ada tanda-tanda serangan. Pencegahan dikerjakan dengan sanitasi gudang, investigasi benih yang disimpan digudang, dan perawatan gudang. Selain itu, harus diupayakan semoga kadar air benih yang akan disimpan tak lebih dari 14%.


Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, Karung Polos ataupun Karung yang lainnya untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Komentar