Jual Karung Beras - Teknik Penanganan Gampang Pasca Panen Biji Kopi Dengan Karung Beras


A. Panen

Waktu panen buah kopi umumnya dikerjakan dengan cara memetik buah yang sudah matang, pemanenan flora kopi ialah apabila flora kopi berusia sekitar 2,5–3 tahun. Buah yang matang ditandai dengan perubahan pada warna kulit buah. Kulit buah yang berwarna hijau renta ialah buah yang masih muda, bila berwarna kuning ialah buah yang setengah matang dan bila sudah berwarna merah maka buah kopi sudah matang penuh dan menjadi warna kehitam-hitaman setelah matang penuh terlampaui.

Untuk memperoleh hasil yang bermutu tinggi, buah kopi harus dipetik dalam kondisi yang matang penuh. Kopi robusta memerlukan waktu 8–11 bulan semenjak dari kuncup hingga matang, sedangkan kopi arabika 6-8 bulan. Jenis kopi liberika dan kopi yang ditanam pada kawasan berair dapat menghasilkan buah sepanjang tahun jadi proses pemanenan dapat dikerjakan sepanjang tahun. Sedangkan jenis kopi robusta dan kopi yang ditanam didaerah kering biasanya dapat menghasilkan buah pada ekspresi dominan tertentu saja jadi pemanenannya dikerjakan secara musiman. Untuk ekspresi dominan panennya umum sekali terjadi pada bulan Mei atau Juni hingga dengan pada bulan Agustus atau September.

Ada pemanenan secara alami ialah menyerupai yang terjadi pada kopi luwak. Luwak sangat suka sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan matang termasuk buah kopi. Luwak akan menentukan buah kopi yang matang penuh sebagai makanannya. Dalam proses pencernaannya, biji kopi yang dilindungi kulit keras tak dapat dicerna dan akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi menyerupai ini, dulu sering diburu para petani kopi, alasannya diyakini berasal dari biji kopi yang terbaik dan sudah difermentasikan secara alami dalam perut luwak, dan oleh alhasil disebut kopi luwak.
Baca Juga :
B. Pasca Pemanenan

a. Sortasi Kopi
Tahap pemilihan biji kopi atau umum disebut dengan sortasi tahap tujuannya untuk memisahkan biji yang matang, bernas, dan seragam dengan buah yang cacat atau pecah, kurang seragam, dan terjangkit hama serta penyakit. Sortasi juga bertujuan untuk pembersihan dari ranting, daun atau watu dan lainnya. Pada buah kopi yang matang hasil panen disortasi secara teliti untuk memisahkan buah superior atau masak, bernas, dan seragam dari buah inferior ialah cacat, hitam, pecah, berlubang, dan terjangkit hama penyakit. Kotoran menyerupai daun, ranting, tanah dan watu harus dibuang alasannya benda benda tersebut dapat merusak mesin pengupas. Buah yang terpilih kemudian diolah dengan metode pengolahan secara berair atau semi berair semoga diperoleh biji kopi HS kering dengan tampilan yang bagus, sedangkan untuk buah adonan hijau, kuning, merah diolah dengan cara pengolahan yang kering.

b. Pengupasan Biji Kopi
Sebelum dikupas, sebaiknya biji kopi dipisahkan menurut ukuran biji semoga menghasilkan pengupasan yang baik bila dikerjakan dengan mesin pengupas. Mesin pengupas kopi kini sudah tersedia dan praktis diperoleh dipasaran.

c. Fermentasi Biji Kopi
Fermentasi diperlukan untuk menyingkirkan lapisan lendir pada kulit tanduk kopi. Fermentasi dikerjakan umumnya pada pengolahan kopi arabika, untuk mengurangi rasa pahit dan mempertahankan citarasa kopi. Umumnya langkah ini hanya dikerjakan pada pengolahan kopi arabika, dan tak banyak digunakan pada pengolahan kopi robusta, terutama untuk kebun rakyat. Tujuan dari proses ini ialah untuk menghilangkan lapisan lendir yang tersisa di lapisan kulit tanduk pada biji kopi setelah proses pengupasan. Tahapan ini pada kopi arabika tujuannya untuk mengurangi rasa pahit dan dapat menciptakan kesan mild pada citarasa seduhannya. Prinsip fermentasi ialah alami dan dibantu oleh oksigen dari udara. Proses fermentasi dapat dikerjakan secara berair dan secara kering.

d. Pencucian
Pencucian tujuannya untuk menghilangkan sisa lendir hasil fermentasi yang masih melekat pada kulit tanduk. Jika kapasitas kecil, proses pembersihan dapat dikerjakan secara manual di dalam kolam ataupun ember, sedangkan untuk kapasitas besar perlu dikerjakan dengan mesin.

e. Pengeringan Kopi
Proses pengeringan tujuannya untuk mengurangi kandungan air dalam biji kopi HS yang semula 60%-65% hingga menjadi 12%. Pada presentase kadar air tersebut, biji kopi HS cukup kondusif untuk dikemas dengan menggunakan karung dan disimpan di gudang dalam kondisi lingkungan tropis. Tahap pengeringan dapat dikerjakan dengan cara penjemuran, mekanis dan kombinasi keduanya. Buah kopi arabika mutu rendah hasil sortasi di kebun sebaiknya diolah secara kering. Teknik ini juga banyak dipraktekkan petani untuk mengolah kopi jenis robusta.

f. Pengukuran Kadar Biji
Penentuan kadar biji kopi ialah salah satu cara mengukur proses pengeringan semoga diperoleh mutu hasil yang baik dan biaya pengeringan yang murah. Akhir dari proses pengeringan harus ditentukan secara akurat. Teknik pengembangan yang sangat berlebihan dapat menciptakan kadar air biji kopi jauh di bawah 12% dan pemborosan materi bakar serta dapat merugikan alasannya biji kopi dapat kehilangan berat. Dan juga sebaliknya bila terlalu singkat, maka kadar air kopi belum mencapai titik seimbang ialah 12% jadi biji kopi menjadi rentan sekali dengan serangan jamur dikala disimpan ataupun diangkut ke tempat konsumen.

g. Penggilingan Kopi
Biji kopi kering atau kopi HS kering digiling dengan mesin huller untuk memperoleh biji kopi pasar atau kopi beras. Penggilingan kopi diperlukan untuk memperoleh kopi debu dan meningkatkan luas permukaan kopi. Penggilingan kopi sebaiknya hanya dikerjakan pada kopi HS yang sudah kering.

h. Penyimpanan dan Penggudangan
Penyimpanan buah kopi ini dapat bentuk buah kopi kering ataupun buah kopi parchment kering. Di Indonesia buah kopi umumnya disimpan pada wadah karung dan kemudian ditali rapat dan disimpan didalam gudang penyimpanan.

Tahap pengemasan ialah bentuk perjuangan atau penanganan yang fungsinya untuk melindungi fisik benih semoga daya tumbuh dan daya berkecambahnya tetap bertahan tanpa ada penyimpangan. Jika sudah melewati tahap pengolahan biasanya benih dikemas dan setelah itu dipasarkan atau disimpan didalam gudang sebagai cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan benih dikala masa tanam selanjutnya.

Penggudangan tujuannya untuk menyimpan hasil panen yang sudah disortasi dalam kondisi yang kondusif sebelum dipasarkan ke konsumen. Beberapa faktor penting pada penyimpanan biji kopi ialah kadar air, kelembaban udara dan kebersihan gudang. Udara yang lembab pada gudang di kawasan tropis akan menjadi pemicu utama tumbuhnya jamur pada biji, sedangkan sanitasi atau kebersihan yang kurang baik menimbulkan hama gudang menyerupai serangga dan tikus akan cepat berkembang.

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, Karung Polos ataupun Karung yang lainnya untuk pengemasan dikala pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, dapat berubah setiap waktu
Sumber http://karungberas123.blogspot.com/

Komentar