Terong ungu ialah jenis terong yang memiliki kulit berwarna ungu. Jenis terong ini memiliki rasa yang nikmat serta pas untuk dimasak menjadi kuliner sambal balado terong. Serta juga terong ini memiliki kulit yang agak tebal daripada terong hijau. Tetapi lantaran inilah, ketika digoreng guna balado justru akan menambah rasa sensasinya.
Berikut yaitu penduan lengkap cara-cara budidaya terong ungu, semoga panen melimpah ruah :
1) Lahan Tanam
Tanah perlu dipilih yang sudah memenuhi syarat pertumbuhan, kemudian gemburkan menggunakan bajak ataupun cangkul. Sesudah tanah digemburkan, kemudian tanah dibuatkan bedengan. Pembuatan bedengan dilakukan bersamaan dengan pemupupukan dasar semisal pupuk kandang, urea, dolomit, KCl serta SP-36, sanggup pula dengan pupuk NPK.
Dosis yang diberi perlu selaras dengan ketentuan. Kemudidan buatlah lubang tanam sedalam 10-15 cm, jarak antar tiap lubang tumbuhan berkisar 75 cm. Sesudah itu tutuplah menggunakan plastik mulsa.
BACA JUGA
2) Pembibitan
Biji terong ungu harus disemaikan lebih dulu pada lahan persemaian. Bibit gres bakal tumbuh sekitar 8-10 hari setelah persemaian. Diumur 20-30 hari ketika bibit telah cukup besar yakni sekiranya memiliki 3 helai daun serta ketinggian 7,5 cm telah sanggup dipindahkan ke lubang tanam yang telah dibentuk ditempat penanaman.
3) Penanaman
Pada tanah persawahan, tumbuhan ini ditanamkan ketika demam isu kemarau, jarak antar tumbuhan sekitar 60 x 60 cm maupun 60 x 90 cm, bergantung pada jenis terongnya. Benih yang telah siap tanam diletakkan ke dalam lubang tanam. Langkah penanaman yang ideal dikerjakan ketika sore hari setelah penggenangan supaya lebih simpel dipindah letakkan serta lebih simpel untuk beradaptasi.
4) Pemeliharaan & Perawatan
- Penyulaman
Penyulaman dikerjakan sekiranya ketika umur seminggu ataupun 15 hari setelah penanaman, proses ini dikerjakan guna menyingkirkan tumbuhan yang mati, tak normal ataupun yang terserang hama penyakit dan kemudian digantikan dengan bibit baru.
- Pengairan & Penyiraman
Pengairan pula harus dikerjakan rutin tiap hari, atau jikalau di awal masa pertumbuhan serta pada cuaca kering. Penyiraman dikerjakan ketika pagi serta sore pada seminggu awal setelah tanam.
- Pemupukan Tambahan
Pemupukan pula harus dikerjakan, pemupukan pelengkap sanggup dikerjakan pada 2 ahad setelah masa penanaman. Dosis yang diberi guna terong ungu semisal pupuk sangkar ataupun kompos 0,5 kg/tanaman serta bagi yang non organik berikan urea serta KCl masing-masing berdosis 80 & 45 kg per hektar.
*Jika membutuhkan karung untuk hasil panen, sanggup lansung Hub. 085233925564 / 081232584950, tersedia karung putih polos, transparan & karung bagor. Info harga selengkapnya sanggup Anda cek DISINI
- Pemangkasan
Pemangkasan bagi terong ungu pula harus dikerjakan yakni dengan mengambil maupun memotong tunas liar yang ada di ketiak daun awal hingga bunga awal, supaya pada tunas gres dan juga bunga sanggup tumbuh dengan cepat.
5) Pemanenan
Masa pemanenan terong ungu sanggup dikerjakan ketika tumbuhan telah berusia sekitar 30 hari setelah penanaman ataupun 15-18 hari setelah tumbuhan tumbuh bunga. Terong ungu sanggup dipanen 2x dalam 1 minggu.
Berikut yaitu penduan lengkap cara-cara budidaya terong ungu, semoga panen melimpah ruah :
1) Lahan Tanam
Tanah perlu dipilih yang sudah memenuhi syarat pertumbuhan, kemudian gemburkan menggunakan bajak ataupun cangkul. Sesudah tanah digemburkan, kemudian tanah dibuatkan bedengan. Pembuatan bedengan dilakukan bersamaan dengan pemupupukan dasar semisal pupuk kandang, urea, dolomit, KCl serta SP-36, sanggup pula dengan pupuk NPK.
Dosis yang diberi perlu selaras dengan ketentuan. Kemudidan buatlah lubang tanam sedalam 10-15 cm, jarak antar tiap lubang tumbuhan berkisar 75 cm. Sesudah itu tutuplah menggunakan plastik mulsa.
BACA JUGA
Cara Menyemai Padi di Lahan Kering Dengan Mudah
Biji terong ungu harus disemaikan lebih dulu pada lahan persemaian. Bibit gres bakal tumbuh sekitar 8-10 hari setelah persemaian. Diumur 20-30 hari ketika bibit telah cukup besar yakni sekiranya memiliki 3 helai daun serta ketinggian 7,5 cm telah sanggup dipindahkan ke lubang tanam yang telah dibentuk ditempat penanaman.
3) Penanaman
Pada tanah persawahan, tumbuhan ini ditanamkan ketika demam isu kemarau, jarak antar tumbuhan sekitar 60 x 60 cm maupun 60 x 90 cm, bergantung pada jenis terongnya. Benih yang telah siap tanam diletakkan ke dalam lubang tanam. Langkah penanaman yang ideal dikerjakan ketika sore hari setelah penggenangan supaya lebih simpel dipindah letakkan serta lebih simpel untuk beradaptasi.
4) Pemeliharaan & Perawatan
- Penyulaman
Penyulaman dikerjakan sekiranya ketika umur seminggu ataupun 15 hari setelah penanaman, proses ini dikerjakan guna menyingkirkan tumbuhan yang mati, tak normal ataupun yang terserang hama penyakit dan kemudian digantikan dengan bibit baru.
- Pengairan & Penyiraman
Pengairan pula harus dikerjakan rutin tiap hari, atau jikalau di awal masa pertumbuhan serta pada cuaca kering. Penyiraman dikerjakan ketika pagi serta sore pada seminggu awal setelah tanam.
- Pemupukan Tambahan
Pemupukan pula harus dikerjakan, pemupukan pelengkap sanggup dikerjakan pada 2 ahad setelah masa penanaman. Dosis yang diberi guna terong ungu semisal pupuk sangkar ataupun kompos 0,5 kg/tanaman serta bagi yang non organik berikan urea serta KCl masing-masing berdosis 80 & 45 kg per hektar.
*Jika membutuhkan karung untuk hasil panen, sanggup lansung Hub. 085233925564 / 081232584950, tersedia karung putih polos, transparan & karung bagor. Info harga selengkapnya sanggup Anda cek DISINI
- Pemangkasan
Pemangkasan bagi terong ungu pula harus dikerjakan yakni dengan mengambil maupun memotong tunas liar yang ada di ketiak daun awal hingga bunga awal, supaya pada tunas gres dan juga bunga sanggup tumbuh dengan cepat.
5) Pemanenan
Masa pemanenan terong ungu sanggup dikerjakan ketika tumbuhan telah berusia sekitar 30 hari setelah penanaman ataupun 15-18 hari setelah tumbuhan tumbuh bunga. Terong ungu sanggup dipanen 2x dalam 1 minggu.

Komentar
Posting Komentar