Tanaman Padi seyogianya memang bukan tumbuhan air tetapi padi sangat membutuhkan air, ada beberapa fase untuk tumbuhan ini membutuhkan air. Mayoritas tumbuhan padi dengan system kering sangat menguntungkan tetapi tidak berarti bahwa dengan penanaman tumbuhan padi di lahan yang lembap justru merugikan.
Untuk yang masih gres mengenal budidaya padi mungkin gundah dengan cara persemaian padi system kering. Sebenarnya system ini sudah usang di lakukan oleh masyarakat atau petani lokal namun hanya sedikit saja yang mengaplikasikanya, beberapa metode ini sering di sosialisasikan oleh SRI yang berfokus pada ketahanan pangan budidaya padi. Mungkin anda sering melihat persemaian padi di petakan sawah itu yaitu persemaian padi lembap atau konvensional, ada beberapa kekurangan dari persemaian lembap :
1. Memerlukan daerah yang luas
2. Pengontrolan bibit padi yang kurang terpantau
*Baca juga Cara Praktis Budidaya Padi TOT (Tanpa Olah Tanah)
Berbeda dengan system persemaian kering, anda sanggup mengerjakanya sendiri bahkan sanggup memanfaatkan pekarangan rumah, gampang dalam pengawasan serta tidak memerlukan tenaga kerja yang besar alasannya yaitu sanggup di kerjakan sendiri.
Dibawah ini yaitu beberapa hal yang harus anda siapkan untuk menciptakan persemaian kering
Bahan
? Benih Padi
? Pupuk Kandang
? Tanah
? Plastik
? Rumput/Jerami
Cara Membuat Persemaian Padi
• Perlakuan Benih.
Bulir padi atau Benih yang akan di tanam di rendam terlebih dahulu oleh air hangat, biarkan air hingga hirau taacuh selama 1 hari 1 malam, kemudian di peram selama 2 x 24 jam, tujuanya semoga menghilangakan proses dormansi, hal ini di tandai dengan munculnya akar – akar kecil pada biji membuktikan siap di tanam. Atau anda sanggup melaksanakan uji kecambah terlebih dahulu untuk memastikan berapa persen pertumbuhan benih.
• Persiapan Tanah.
media tanamnya sanggup memakai tanah yang sudah tercampur oleh pupuk organik atau pupuk non-organik (kristal) tetapi di sarankan memakai pupuk organik dengan perbandingan 1 : 2. Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar matang, alasannya yaitu sanggup menghipnotis pertumbuhan benih yang akan di tanam. Untuk memastikan pupuk organik itu matang atau tidak, anda sanggup cek kematanganya dengan cara memasukan pupuk kedalam bejana kemudian tunggu hingga pupuk mengendap dan lihat bila air bening berarti pupuk organik itu sedah siap di gunakan, begitu juga sebaliknya.
• Persiapan Media Tanam.
Media tanam yang dipakai yaitu plastik sebagai bantalan dasar dari permukaan tanah yang tercampur pupuk, plastik sanggup dipakai dengan jenis apapun ibarat terpal, plastik hitam, plastik kantung dll, dengan catatan plastik harus benar-benar utuh dang tidak cacar alasannya yaitu bila bocor air akan gampang larut.
• Sebar Benih.
selanjutnya benih yang sudah diperam 2 x 24 jam tadi di sebarkan di permukaan tanah dengan kepadatan 0,6 – 0,7 Kg/m2 media. Setelah tersebar merata, kemudian tutup persemaian dengan penggalan rumput alang-alang tipis tipis. Lalu siram. Setelah disiram, kemudian tutup lagi dengan penggalan alang-alang agak tebal kemudian disiram lagi. Benih yang telah tersebar di tutup oleh alang-alang atau sanggup juga dengan penggalan jerami, kemudian siram dengan air secukupnya jangan terlalu lembap dan jangan terlalu kering cukup dengan kelembaban yang normal.
*Info harga karung terupdate sanggup Anda cek DISINI
• Pemeliharaan
Jika benih sudah mulai tumbuh kurang dari 2 cm, penyiraman dilakukan 2 x sehari (melihat kondisi cuaca) serta kelembaban tanah semai setiap pagi dan sore. Pengambilan epilog rumput dilakukan 4 hari sehabis penyebaran benih (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm). Setelah tutup diambil, maka penyiraman dilakukan 1 hari sekali pada waktu sore (melihat kondisi cuaca). Bibit Siap ditanam umur terpendek 9 hari atau umur maksimal 16 hari.
• Pengambilan Bibit.
Benih yang sudah siap tanam cukup diambil dengan cara digulung dan kemudian sanggup pribadi diangkut ke sawah. Para petani sanggup melaksanakan sendiri tanpa memperkerjakan orang secara khusus untuk ini. transplanting atau memindahkan dari persemaian ke lahan juga sanggup di bawa sendiri.
Untuk yang masih gres mengenal budidaya padi mungkin gundah dengan cara persemaian padi system kering. Sebenarnya system ini sudah usang di lakukan oleh masyarakat atau petani lokal namun hanya sedikit saja yang mengaplikasikanya, beberapa metode ini sering di sosialisasikan oleh SRI yang berfokus pada ketahanan pangan budidaya padi. Mungkin anda sering melihat persemaian padi di petakan sawah itu yaitu persemaian padi lembap atau konvensional, ada beberapa kekurangan dari persemaian lembap :
1. Memerlukan daerah yang luas
2. Pengontrolan bibit padi yang kurang terpantau
*Baca juga Cara Praktis Budidaya Padi TOT (Tanpa Olah Tanah)
Berbeda dengan system persemaian kering, anda sanggup mengerjakanya sendiri bahkan sanggup memanfaatkan pekarangan rumah, gampang dalam pengawasan serta tidak memerlukan tenaga kerja yang besar alasannya yaitu sanggup di kerjakan sendiri.
Dibawah ini yaitu beberapa hal yang harus anda siapkan untuk menciptakan persemaian kering
Bahan
? Benih Padi
? Pupuk Kandang
? Tanah
? Plastik
? Rumput/Jerami
Cara Membuat Persemaian Padi
• Perlakuan Benih.
Bulir padi atau Benih yang akan di tanam di rendam terlebih dahulu oleh air hangat, biarkan air hingga hirau taacuh selama 1 hari 1 malam, kemudian di peram selama 2 x 24 jam, tujuanya semoga menghilangakan proses dormansi, hal ini di tandai dengan munculnya akar – akar kecil pada biji membuktikan siap di tanam. Atau anda sanggup melaksanakan uji kecambah terlebih dahulu untuk memastikan berapa persen pertumbuhan benih.
• Persiapan Tanah.
media tanamnya sanggup memakai tanah yang sudah tercampur oleh pupuk organik atau pupuk non-organik (kristal) tetapi di sarankan memakai pupuk organik dengan perbandingan 1 : 2. Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar matang, alasannya yaitu sanggup menghipnotis pertumbuhan benih yang akan di tanam. Untuk memastikan pupuk organik itu matang atau tidak, anda sanggup cek kematanganya dengan cara memasukan pupuk kedalam bejana kemudian tunggu hingga pupuk mengendap dan lihat bila air bening berarti pupuk organik itu sedah siap di gunakan, begitu juga sebaliknya.
• Persiapan Media Tanam.
Media tanam yang dipakai yaitu plastik sebagai bantalan dasar dari permukaan tanah yang tercampur pupuk, plastik sanggup dipakai dengan jenis apapun ibarat terpal, plastik hitam, plastik kantung dll, dengan catatan plastik harus benar-benar utuh dang tidak cacar alasannya yaitu bila bocor air akan gampang larut.
• Sebar Benih.
selanjutnya benih yang sudah diperam 2 x 24 jam tadi di sebarkan di permukaan tanah dengan kepadatan 0,6 – 0,7 Kg/m2 media. Setelah tersebar merata, kemudian tutup persemaian dengan penggalan rumput alang-alang tipis tipis. Lalu siram. Setelah disiram, kemudian tutup lagi dengan penggalan alang-alang agak tebal kemudian disiram lagi. Benih yang telah tersebar di tutup oleh alang-alang atau sanggup juga dengan penggalan jerami, kemudian siram dengan air secukupnya jangan terlalu lembap dan jangan terlalu kering cukup dengan kelembaban yang normal.
*Info harga karung terupdate sanggup Anda cek DISINI
• Pemeliharaan
Jika benih sudah mulai tumbuh kurang dari 2 cm, penyiraman dilakukan 2 x sehari (melihat kondisi cuaca) serta kelembaban tanah semai setiap pagi dan sore. Pengambilan epilog rumput dilakukan 4 hari sehabis penyebaran benih (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm). Setelah tutup diambil, maka penyiraman dilakukan 1 hari sekali pada waktu sore (melihat kondisi cuaca). Bibit Siap ditanam umur terpendek 9 hari atau umur maksimal 16 hari.
• Pengambilan Bibit.
Benih yang sudah siap tanam cukup diambil dengan cara digulung dan kemudian sanggup pribadi diangkut ke sawah. Para petani sanggup melaksanakan sendiri tanpa memperkerjakan orang secara khusus untuk ini. transplanting atau memindahkan dari persemaian ke lahan juga sanggup di bawa sendiri.

Komentar
Posting Komentar