Cara Mengatasi Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Padi


Banyak jenis hama yang bisanya menyerang tumbuhan pada. Salah satunya dalah hama ulat. Ulat “Grayak” sangat ditakuti oleh petani lantaran setiap trend panen hama ini selalu ada. Ulat “grayak” ini menyerang tumbuhan padi pada semua usia. Serangan terjadi pada malam dan siang harinya, larva ulat “grayak” bersembunyi pada pangkal tanaman, dalam tanah atau di tempat-tempat yang tersembunyi. Seranga ulat ini memakan helai-helai daun dimulai dari ujung daun dan tulang daun utama ditinggalkan sehingga tinggal tumbuhan padi tanpa helai daun. Pada tumbuhan yang telah membentuk malai, ulat “grayak” kadang kala memotong tangkai malai, bahkan ulat “grayak” ini juga menyerang padi yang sudah mulai menguning . Batang padi yang mulai menguning itu membusuk dan mati yang alhasil mengakibatkan kegagalan panen.

# Baca juga Hama Putih Pada Tanaman Padi

Ulat grayak atau yang dikenal pula dengan sebutan army worm (ulat tentara) dikenal sebagai hama yang penyebarannya dijumpai hampir di seluruh pertanaman padi di Indonesia yang mencakup areal cukup luas. Selain persebarannya yang cepat, ulat ini juga dikenal cukup tahan terhadap pestisida. Jika sudah menyerang tumbuhan Serangga ulat “Grayak” perlu diwaspadai lantaran pada siang hari tidak tampak dan biasanya bersembunyi di kawasan yang gelap dan didalam tanah, namun pada malam hari melaksanakan serangan yang mahir dan bahkan sanggup mengakibatkan kegagalan panen, mungkin itulah sebabnya maka serangga ini disebut sebagai ulat grayak.

Pada lahan sawah yang kering sering sekali terjangkit oleh hama ulat grayak oleh lantaran itu, untuk pengendalian ulat grayak ini kondisi tanah sawah hendaknya diari dan perlu pengamatan lebih awal semoga tidak terjadi serangan yang hebat. Pengamatan awal sanggup dilakukan dengan cara apabila ada kupu-kupu atau ngengat serta terlihat adanya telur serangga sanggup dilakukan dengan cara mekanis yaitu menangkap kupu-kupu dengan memakai jaring serta membunuh telur-telur serangga yang dijumpai. Meskipun umur larva atau ulat grayak ini berkisar 20 – 26 hari, namun perlu diwaspadai lantaran larva atau ulat ini sanggup menyerang hampir semua tumbuhan termasuk padi pada semua stadium pertumbuhan. Setelah 20 – 26 hari ulat ini hidup dan menyerang tanaman, maka ia akan bermetamorfosis kepompong dan selanjutnya berubah jadi kupu-kupu. Kupu-kupu bertelur dan sehabis 4 hingga 5 hari akan menetas menjadi ulat atau larva yang akan menyerang tanaman.

Hama ini ialah salah satu hama yang akhir-akhir ini banyak menyerang tumbuhan padi. Dahulu ulat ini sering disebut sebagai ulat tentara. Menyerangnya pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi dibawah tumbuhan padi atau di dalam tanah Selain menyerang tumbuhan padi ulat ini sanggup pula menyerang tumbuhan lain ibarat tumbuhan jagung, gandung dan tumbuhan sayur-sayuran.

Ada tiga jenis ulat grayak yang kita kenal yaitu; Ulat Grayak kelabu (Leucania unipuncta), Ulat Grayak coklat hitam (Spodoptera maurita) dan ulat Grayak bergaris kuning (Laphygma exemta). Masing-masing ulat tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ulat Grayak Kelabu (Leucania unipuncta). Ulat ini bertelur dalam kelompok yang terdiri dari 90-230 butir rata-rata 100 butir yang dilindungi oleh suatu substansi yang berwarna putih, diletakkan pada upih atau tangkai daun padi. usang stadium telur 7-9 hari. Larva berwarna kelabu dengan kepala coklat hitam, memiliki enam instar, stadium larva 28 hari, kepompong umunya berada di dalam tanah dan stadium larvanya mencapai 29 hari atau rata-rata 16 hari. sehingga siklus hidup secara keseluruhan selama 30-36 hari.

2. Ulat Grayak Coklat Hitam (Spodoptera maurita) Ulat Grayak ini bertelur sebanyak 150-200 butir yang diletakkan berkelompok pada permukaan bawah daun padi atau rumput. Stadium telur 5-9 hari. Larva ulat ini berwarna coklat hingga coklat hitam dan pada punggungnya terdap[at tiga garis yang berwarna lebih muda mempunyai, tingkatan hidup atau instar hingga lima, Stadium larva selama 22 hari, kelompong diletakkan di penggalan bawah, berwarna coklat gelap, stadium kepompong 10-14 hari. Sedangkan siklus keseluruhan antara 20 -31 hari.

# Jangan lewatkan Cara Mengatasi Hama Lalat Pada Bibit Tanaman Padi

3. Ulat Grayak bergaris kuning (Laphygma exemta) Pada ulat Grayak ini telur diletakkan pada permukaan daun padi, jumlah telur 150-200 butir yang diletakkan secara berkelompok. Lamanya stadium telur 2-3 hari, larva hingga instar enam usang stadium larvanya 11-12 hari. Pupa umumnya berada dalam tanah, usang stadium pupa 5-10 hari. Sehingga siklus hidup secara keseluruhan selama 20-30 hari.

Gejala serangan ulat grayak Ulat grayak coklat hitam, biasanya menyerang pesemaian padi yang sudah tua, semula yang diserang hanya pada penggalan pinggirnya saja, akan tetapi kemudian pada seluruh pesemaian akan diserangnya pula. Sedangkan ulat grayak kelabu biasanya menyerang tumbuhan padi di areal pertanaman. Tanaman padi yang diserang umumnya tumbuhan padi yang sudah tua, dengan memakan daun daunnya, tangkai daun putus bahkan tumbuhan padi muda sanggup menjadi habis.

Ulat Grayak bergaris kuning justeru yang dimakan atau yang diserang tumbuhan padi yang masih muda. Selaian itu juga ulat ini sanggup menyerang tumbuhan jagung, tebu, padi gogo dan tumbuhan palawija lainnya. Cara mengatasi serangan ulat grayak Ada beberapa cara untuk mengatasi serangan hama ulat grayak ini antara lain :
1. Secara fisik, yaitu dengan jalan mencari ulat-ulat tersebut kemudian ditangkap dan dibunuhnya. Hal ini sanggup dilakukan apabila intensitas serangannya masih sangat ringan atau rendah.

# Penting, Karung Beras & Karung Laminasi

2. Pada ketika pertumbuhan pada fase vegetative, lakukan pengamatan di lapangan. apabila dalam pengamatan di dapatkan ulat grayak sebanyak 2 ekor untuk tiap meter persegi, maka pemberantasan dengan memakai insektisida harus segera dilakukan. Dalam melaksanakan penyemprotan ini harus diperhatikan beberapoa hal antara lain:
a. Lakukan penyemprotan pada ketika ulat grayak ini keluar dari kawasan persembunyiannya yaitu pada waktu pagi hari atau sore hari.

b. Ikuti petunjuk-petunjuk yang tertera pada label bungkus insektisida yang dipakai semoga tidak terjadi kesalahan dalam pengggunaannya. Adapun insektisida yang sanggup dipakai untuk pemberantasan ulat ngrayak ini antara lain; Agrothion 50 EC, Azodrin 15 WSC, Ambush 2 EC. Basudin 60 EC. Bayrusil 250 EC dan insektisida lainnya.

Komentar