Musim hujan menjadi berkah bagi para petani untuk memaksimalkan hasil panen, alasannya pasokan air yang dibutuhkan tumbuhan sangat tercukupi, bahkan melimpah. Tetapi, selain mendatangkan berkah, turunnya hujan juga disertai munculnya banyak sekali hama yang dapat menyerang tanaman, tak terkecuali tumbuhan padi.
Oleh alasannya itu patut meragukan hal-hal yang dapat menjadikan gagal panen. Berikut ini beberapa hal yang harus anda waspadai pada waktu isu terkini hujan antara lain :
1. Munculnya Berbagai Hama Penyakit
Berikut beberapa hama atau penyakit yang biasanya muncul di isu terkini hujan, antara lain:
a. Hama Wereng
Hama wereng biasanya muncul pada waktu tanam di isu terkini hujan, alasannya banyak genangan. Memang hama wereng selalu muncul pada bulan yang mana banyak curahan air hujan. Apabila pada isu terkini kemarau hama wereng jarang muncul. Usaha pemberantasan wereng ketika ini hanya dilakukan dengan memakai pestisida.
b. Perkembangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
Curah hujan yang tinggi salah satu faktor yang menjadikan ledakan populasi OPT. Potensi OPT yang perlu & harus diwaspadai pada tumbuhan padi antara lain hama penggerek batang padi, tikus, kresek dan tungro. Sedangkan pada tumbuhan sayur yakni serangan amis daun (late blight), serangan layu Fusarium dan Ralstonia, serangan kresek (downey mildew), antraknosa atau patek (busuk buah), bercak daun Alternaria dan lain-lain.
Perlu diwaspadai serangan hama penggerek batang padi (rice stem borer), sebagai penyebab tanda-tanda sundep dan beluk. Curah hujan masih tinggi, harap waspadai serangan penyakit amis daun. Oleh alasannya itu, kita harus ekstra waspada & lebih siap dalam menghadapi isu terkini hujan.
# Baca juga Karung Beras & Karung Laminasi
2. Banjir dan Angin Kencang
Intensitas curah hujan yang meningkat waktu isu terkini hujan, menjadikan kapasitas air lebih dari biasanya. Oleh akhirnya hal yang perlu kita waspadai yakni sistem pembuangan air yang ada pada lahan. Jangan hingga terjadi sistem drainase yang kurang baik, kemudian tumbuhan kebanjiran lantas menjadi layu & mati.
Bila ketika ini masih dalam taraf persiapan lahan, alangkah baiknya nanti bedengan dibentuk agak tinggi kira-kira 40cm. Adapun tujuan dari bedengan yang tinggi yakni biar kelembaban tanah di sekitar perakaran dapat terkontrol dan tidak berlebihan. Pasokan air yang berlebihan kurang baik bagi pertumbuhan tanaman.
Selain pasokan air berlebih, hujan deras disertai badai kadangkala dapat merusak tumbuhan dalam waktu singkat. Oleh alasannya itu perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jenis varietas padi yang akan ditanam.Pilihlah jenis varietas padi yang tidak gampang roboh dan lebih berpengaruh menahan terpaan angin kencang.
3. Tumbuhnya Gulma (Tumbuhan Pengganggu)
Gulma merupakan tumbuhan yang tidak dikehendaki keberadaanya pada lahan. Biji-biji kering gulma yang pada isu terkini kemarau terbang menyebar terkena angin, akan tumbuh sumbur pada isu terkini hujan. Keberadaan gulma dapat menurunkan kuantitas hasil alasannya tumbuhan utama kalah dalam memperebutkan makanan (nutrisi). Perlu diketahui pula beberapa gulma dapat mengeluarkan zat yang bersifat toksik yang dapat menekan pertumbuhan tumbuhan utama.
4. Intensitas Sinar Matahari Yang Berkurang
Tanaman padi untuk tumbuh normal membutuhkan sinar matahari yang cukup. Pada isu terkini hujan, kondisi langit yang mendung menjadikan sinar matahari yang mengenai tumbuhan tidak merata. Hal ini akan menjadikan proses fotosintesis terganggu.
# Jangan lewatkan Cara Menanam Padi Yang Benar
Untuk mengatasi hal tersebut perlu diterapkan pengaturan tumbuhan dalam bedengan dengan sistem single rows (satu baris) atau sistem double rows zig zag (untu walang dua baris). Pola pengaturan tanam dibutuhkan sinar matahari dapat mengenai semua tanaman, pun juga meminimalisir timbulnya banyak sekali penyakit.


Komentar
Posting Komentar