Pemrosesan Tanah
Pemrosesan tanah untuk budidaya kedelai demikian paling utama, sebab kedelai harus berkecambah dengan prima biar dpat berkembang dengan maksimal, selain itu benih juga
memerlukan kelembapan dan oksigen yang cukup.
Ada banyak maksud pemrosesan tanah yakni biar tanah jadi gembur, pembenaman sebagian sisa tanaman, memecah bongkahan-bongkahan tanah, perataan tanah, dan pemberantasan rumput.
1.Tempat sawah
Tanah diolah dengan cukup untuk buat jerami padi hingga kepermukaan tanah, lantas jerami disingkirkan. Buat lubang dengan tugal pada petakan dengan lebar 3 m – 10 m, panjang sesuai sama kondisi tempat.
Diantara petakan di buat kanal drainase selebar 25-30 cm, dengan kedalaman 30 cm, diamkan selama 7-10 hari untuk menutupi bibit yang telah ditebar atau dimasukan dalam tanah yang ditugal.
2. Pemilihan Bibit
Benih yang baik untuk budidaya kedelai adalah benih yang sudah cukup tua, utuh, dan warnanya mengkilat. Bibit diharapkan beberapa 50-75 kg untuk 1 ha.
Untuk peroleh hasil budidaya yang maksimal jadi pemilihan bibit juga harus yang bermutu. Persyaratan hibrida :
1. Benih dipanen sehabis buah masak
2. Diambil dari tumbuhan yang sehat
3. Produksi tinggi
4. Perubahan tanam seragam
5. Bersih dari kotoran, hama, penyakit dan gulma
6. Tidak keriput, tidak luka, dan mengkilat
7. Harus kering benar
8. Harusnya ditanam paling lambat 8 bln. semenjak mulai dipanen
9. Disimpan dalam kelembapan 60%
*Baca Juga Budidaya Beras Merah Dengan Cara Organik
3. Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam ditangani dengan alat tugal, lubang di buat sedalam 3-4 cm. jarak tanam tergantung dari kesuburan tanah, dan ketersedian air maupun varietas yang ditanam. Dapat memakai ukuran 20 x 40 cm, 25 x25 cm, 30 x 15 cm atau 30 x 30 cm.
4. Langkah Penanaman
Langkah penanaman kedelai ada dua langkah, melalui langkah ditebar dan melalui langkah ditugalkan. Penanaman melalui langkah ditebarkan akan dapatkan tumbuhan yang tumbuh tidak rata, bibit yang diharapkan makin banyak, namun waktu dan tenaga yang dipakai lebih singkat.
a. Pengairan
Pengairan sanggup ditangani dengan menggenangi kanal drainase selama 15-30 menit. Tanah jangan hingga begitu becek ataupun kekeringan. Saat perkecambahan umur 0-5 hari, 15-
20 hari, waktu pembungaan dan pembentukan biji (35-65 hari), demikian memerlukan air. Tengah ketika mendekati panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.
b. Pemupukan
Pemupukan ditangani 2 kali, yaitu, terlebih dulu ditangani penanaman atau ketika tanam, dan pupuk susulan.
Dosis pupuk yang diperoleh pada tumbuhan kedelai yaitu, TSP 75 kg – 200 kg/ha, KCl 50 – 100 kg/ha, dan Urea 50 kg/ha. Tengah untuk pupuk susulan adalah urea 50 kg/h, pupuk susulan diberikan waktu tumbuhan berumur 20-30 hari sehabis tanam. Pupuk diberikan didalam larikan di antara barisan tumbuhan kedelai lantas ditutup tanah.
c. Penyulaman dan Penyiangan
*Baca Juga Manfaat Mengemas Beras dengan Karung Beras Menarik
Penyulaman ditangani 1 ahad sehabis benih ditanam, hal sejenis ini ditangani untuk ubah kalau ada tumbuhan yang mati.
Kesibukan penyiangan pertama ditangani bersamaan dengan dukungan pupuk susulan. Tengah penyiangan ke-2 ditangani sehabis tumbuhan berbunga. Penyiangan ditangani untuk bersihkan gulma dan penggemburan tanah sanggup ditangani ketika penyiangan.
Ciri umur panen kedelai
1. Daun 90-95% sudah menguning kecoklatan kemudian gugur
2. Batang-batangnya sudah jadi kering
3. Warna buah berpindah dari hijau jadi kuning kecoklatan
Pengemasan
Pengemasan ditangani dengan
1. Karung goni
2. Kantung plastik
3. Karung plastik
4. Kaleng
Update Harga Karung Beras Cek DISINI
Pemesanan Karung Beras SMS/Call/WA : 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277
Email: limcorporation2009@gmail.com www.karungberas99.com Sumber http://karungberas123.blogspot.com/



Komentar
Posting Komentar