Beberapa Hama & Penyakit Pada Tanaman Padi

Pada artikel berikut ini akan dibahas wacana Beberapa Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi.
1.Tikus
Tikus merusak tumbuhan padi pada semua tingkat pertumbuhan, dari semai hingga panen, bahkan di gudang penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jikalau tikus menyerang padi pada fase generatif, alasannya ialah tumbuhan sudah tidak bisa membentuk anakan baru. Tikus merusak tumbuhan padi mulai dari tengah petak, kemudian meluas ke arah pinggir. Tikus menyerang padi pada malam hari. Pada siang hari, tikus bersembunyi di dalam lubang pada tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, dan kawasan perkampungan bersahabat sawah. Pada periode bera, sebagian besar tikus bermigrasi ke kawasan perkampungan bersahabat sawah dan kembali lagi ke sawah sehabis pertanaman padi menjelang fase generatif.

Cara Mengatasi
Kendalikan tikus pada awal demam isu tanam sebelum memasuki masa reproduksi. Kegiatan tersebut mencakup gropyok masal, sanitasi habitat, pemasangan TBS (Trap Barrier System) / Sistem Bubu Perangkap) dan LTBS (Linear Trap Barier Sistem). Gropyok dan sanitasi dilakukan pada habitat-habitat tikus ibarat sepanjang tanggul irigasi, pematang besar, tanggul jalan, dan batas sawah dengan perkampungan. Pemasangan bubu perangkap pada pesemaian dan pembuatan TBS dilakukan pada kawasan endemik tikus untuk menekan populasi tikus pada awal demam isu tanam.

2. Keong Emas
Keong emas (keong mas) atau siput murbei (Pomacea sp) diperkenalkan ke Asia pada tahun 1980an dari Amerika Selatan sebagai makanan potensial bagi manusia. Namun, kemudian keong mas menjadi hama utama padi yang menyebar ke Filipina, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Keong mas memakan tumbuhan padi muda serta sanggup menghancurkan tumbuhan pada dikala pertumbuhan awal.

Cara perkembang biakan keong mas dengan cara bertelur, mereka biasanya bertelor menjelang pagi ataupun pada sore hari. Seekor keong emas dalam waktu sebulan bisa menghasilkan 1000-1200 telur.Telur-telur keong emas tersebut akan menetas dalam waktu 7-14 hari.

Cara Mengatasi
Saat-saat penting untuk mengendalikan keong mas ialah pada 10 hari pertama untuk padi tanam pindah dan sebelum tumbuhan berumur 21 hari pada tabela (tanam benih secara langsung). Setelah itu, tingkat pertumbuhan tumbuhan biasanya lebih tinggi daripada tingkat kerusakan akhir keong.

Semut merah akan memakan telur keong, sedangkan angsa memakan keong muda. Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap tamat atau sehabis tumbuhan tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari sehabis tanam). Keong yang sudah cukup umur sanggup dipanen, dimasak untuk dimakan oleh manusia.

Pungut keong dan hancurkan telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan sore hari ketika keong berada pada keadaan aktif. Tempatkan tongkat bambu untuk menarik keong cukup umur meletakkan telurnya.
Tempatkan dedaunan dan pelepah pisang untuk menarik perhatian keong supaya pemungutan keong lebih gampang dilakukan.
Keong bersifat aktif pada air yang menggenang/diam dan karenanya, perataan tanah dan pengeringan sawah yang baik sanggup menekan kerusakan.

Buat saluran-saluran kecil (misalnya, lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) untuk memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai titik fokus untuk mengumpulkan keong atau membunuh keong secara manual. Apabila pengendalian air baik, pengeringan dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia anakan (misalnya, 15 hari pertama untuk tanam pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).

3. Penggerek Batang
Penggerek batang ialah hama yang ulatnya hidup dalam batang padi. Hama ini menjelma ngengat berwarna kuning atau coklat; biasanya 1 larva berada dalam 1 anakan. Ngengat aktif di malam hari. Larva betina menaruh 3 massa telur sepanjang 7-10 hari masa hidupnya sebagai serangga dewasa. Massa telur penggerek batang kuning berbentuk cakram dan ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat jelas dari abdomen betina. Setiap massa telur mengandung sekitar 100 telur.


Cara Mengatasi
Lindungi distributor pangendalian hayati—Untuk melindungi musuh alami penggerek batang, jangan gunakan pestisida berspektrum luas, mis. methyl parathion.
a. Sayat ujung helaian daun sebelum tanam pindah.
Telur-telur penggerek batang kuning diletakkan bersahabat ujung helaian daun. Dengan menyayat bibit sebelum tanam pindah, pengalihan telur dari persemaian ke sawah sanggup dikurangi.
b. Tanam belakangan (sedikit terlambat) untuk menghindari ngengat penggerek batang kuning.
c. Varietas tahan
Beberapa varietas ibarat PB36, PB32, IR66, dan IR77 bisa menghasilkan anakan gres sehingga mengkompensasi anakan yang mati.
d. Jemur atau hamparkan jerami di bawah sinar matahari untuk membunuh larva yang terdapat di situ.
e. Jaring larva penggerek batang pada daun yang mengapung dengan jaring.
f. Olah dan genangi sawah sehabis panen.

4. Tungro
Tungro ialah penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif dan mengakibatkan tumbuhan tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terjangkit berwarna kuning hingga kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat hingga putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua. Daun menguning berkurang bila daun yang lebih renta terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan N.virescens ialah serangga yang membuatkan (vektor) virus tungro.

Cara Mengatasi
 a. Varietas tahan.
Penggunaan varietas tahan ibarat Tukad Unda, Tukad Balian, Tukad Petanu, Bondoyudo, dan Kalimas merupakan cara terbaik untuk mengendalikan tungro. Rotasi varietas penting untuk mengurangi gangguan ketahanan. Pembajakan di bawah sisa tunggul yang terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sumber penyakit dan menghancurkan telur dan tempat penetasan wereng hijau. Bajak segera sehabis panen bila tumbuhan sebelumnya terkena penyakit.

b. Cabut dan bakar tumbuhan yang sakit.
Ini perlu dilakukan kecuali bila serangan tungro sudah menyeluruh. Bila serangan sudah tinggi maka mungkin ada tumbuhan yang terinfeksi tungro tapi kelihatan sehat. Mencabut tumbuhan yang terinfeksi sanggup mengganggu wereng hijau sehingga makin menyebarluaskan nanah tungro.

c. Tanam benih pribadi (Tabela)
Infeksi tungro biasanya lebih rendah pada tabela alasannya ialah lebih tingginya populasi tumbuhan (bila dibandingkan tanam pindah). Dengan demikian wereng cenderung mencari dan makan serta menyerang tumbuhan yang lebih rendah populasinya.

d, Waktu Tanam
Tanam padi dikala populasi wereng hijau dan tungro rendah.
e. Tanam serempak
Usahakan petani tanam serempak. Ini mengurangi penyebaran tungro dari satu lahan ke lahan lainnya alasannya ialah stadium tumbuh yang relatif seragam.
f. Bera atau rotasi. Pertanaman padi terus-menerus akan meningkatkan populasi wereng hijau sehingga sulit mencegah nanah tungro. Adanya periode bera atau tumbuhan lain selain padi sanggup mengurangi populasi wereng hijau dan ketersediaan inang untuk virus tungro.

5. Hawar Bakteri (HB-Bacterial blight)
Hawar Bakteri (HB) atau Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit yang sanggup menginfeksi bibit dan tumbuhan tua. Bila HB terjadi pada tumbuhan muda disebut kresek dan bila terjadi pada tumbuhan renta disebut hawar daun. Tanaman yang terinfeksi kehilangan areal daun dan menghasilkan gabah yang lebih sedikit dan hampa. Pada pembibitan, daun yang terinfeksi berubah hijau keabu-abuan menggulung dan risikonya mati.




Cara Mengatasi
Gunakan varietas tahan. Ini ialah cara yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit. Pemupukan lengkap—Penyakit semakin parah bila pupuk N digunakan secara berlebihan, tanpa P dan K.

Kurangi kerusakan bibit dan penyebaran penyakit
Infeksi bibit terjadi melalui luka dan kerusakan bab tanaman. Penanganan yang jelek atau angin ribut dan hujan sanggup mengakibatkan tumbuhan sakit. Penyakit menyebar melalui kontak pribadi antara daun sehat dengan daun sakit melalui air dan angin.

Kurangi penyebaran penyakit dengan cara:
- Penanganan bibit secara baik waktu tanam pindah.
- Pengairan dangkal pada persemaian.
- Membuat drainase yang baik ketika genangan tinggi.
- Kurangi jumlah inokulum.
  Tunggul tumbuhan yang terinfeksi dan gulma sanggup menjadi sumber inokulum.
- Pertahankan kebersihan sawah.
  Menjaga kebersihan sawah antara lain dengan: membuang atau membajak gulma, membuang jerami yang terinfeksi.
- Keringkan sawah.
  Usahakan sawah bera mengering untuk membunuh basil yang mungkin bertahan dalam tanah atau sisa tanaman. (Sumber: www.disperta.cianjurkab.go.id).
Baca juga Cara Menanam Padi Yang Benar.

Komentar